Tactical suit biasa digunakan prajurit militer. Dibuat dari bahan campuran antara kain keras dan lunak (katun) menjadikan pakaian jenis ini nyaman dikenakan.
"Saya nyaman menggunakan ini dan saya menggunakannya tak hanya di militer, tapi juga di lapangan," kata Agus, Rabu (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya pada beberapa acara ia menanggalkan pakaian itu, yakni saat mendaftar ke KPU DKI Jakarta, menghadiri Musyawarah Kerja Nasional Partai Persatuan Pembangunan, dan mengikuti pengajian Partai Kebangkitan Bangsa.
Agus bahkan mengganti sebutan baju itu dari tactical suit menjadi tacticool.
Selain itu, pada bagian baju itu tertera tulisan “AHY”, inisial dari nama sang pemakai baju: Agus Harimurti Yudhoyono.
Inisial AHY bahkan ditaruh pula pada pakaian bagian depan, yaki di dada sebelah kiri.
Sementara di lengan kiri, terjahit emblem "#JKT4ALL" dan lagi-lagi inisial AHY.
Meski ada bermacam modifikasi pada tactical suit itu, Agus mengatakan ada satu hal yang sama sekali yang tidak ia ubah, yakni logo bendera Merah Putih dan tulisan ‘Indonesia’ pada lengan kanan tacticool.
"Ini (tacticool) trademark saya, para pendukung, serta relawan. Tapi yang pasti, Merah Putih selalu di lengan kanan," kata Agus.
Tacticool seakan menandakan masa transisi Agus saat ini yang baru lepas dari dunia militer yang ia geluti selama 16 tahun terakhir.
Agus menegaskan, jati diri sebagai seorang prajurit tak hilang, dan dia akan membawa hal positif yang dia pelajari di kemiliteran untuk diimplementasikan ke dunia politik dan pemerintahan. Tacticool adalah contoh paling sederhana dari itu. (agk)