Lulung berasal dari PPP kubu Djan Faridz yang menyatakan mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Namun selama ini, Lulung kerap berseberangan pendapat dengan Ahok.
Tokoh Betawi itu pun menolak mendukung Ahok. Menurutnya, beberapa program Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, tak memenuhi aturan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PPP, kata Arsul, juga siap memberikan jabatan apapun kepada Lulung jika bersedia bergabung.
"Terlepas perbedaan kami dengan Haji Lulung, tapi tetap satu hal kami sama. Kita mau usung orang yang enggak ada basis dukungannya di konstituen itu gimana?" kata dia.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal PPP kubu Djan, Dimyati Natakusumah mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mendukung Ahok. Ketika ditanya ihwal sanksi yang akan diberikan jika Lulung tak mendukung Ahok, Dimyati menjawab, "Ya nanti kita lihat kemungkinan sanksi yang akan diberikan."
Menurut Dimyati, partainya masih membahas kontrak politik dengan Ahok-Djarot. Setelah kontrak politik disepakati, katanya, barulah PPP kubu Djan Faridz akan menyusun langkah strategis mengikuti arah kebijakan.
Sebelumnya, Djan mengatakan bahwa garis besar kontrak politik tersebut akan menyangkut kepentingan masyarakat Jakarta secara umum dan 85 persen umat Muslim yang ada di dalamnya.
Djan mengatakan, jika Ahok-Djarot menyepakati kontrak politik itu, PPP akan langsung bergerak. Ia yakin, Ahok-Djarot akak menang dengan dukungan dari PPP. (wis/obs)