Pernyataan kontroversial memang bukan hanya sekali dua kali dilontarkan Ahok. Namun pernyataan di hadapan warga Kepulauan Seribu pada 27 September lalu yang menyitir ayat suci Alquran yaitu surat al-Maidah ayat 51, membuat Ahok benar-benar mendapat kecaman luar biasa.
Gelombang protes keras datang tak henti-hentinya. Bukan hanya dari warga ibu kota dan lawan-lawan politiknya di pertarungan perebutan kursi gubernur Jakarta, tapi juga dari kalangan internal pendukung duet Ahok-Djarot Saiful Hidayat terang-terangan mengeluarkan kecaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ahok telah menciderai makna ke-Indonesiaan yang rukun, damai, saling menghormati, dan toleran, di antara perbedaan yang selama ini berjalan baik,” tutur Doli.
Arie memastikan elektabilitas Ahok bakal melorot cukup signifikan bila sudah masuk dalam pusaran kontroversi seperti saat ini. “Baik itu yang by design maupun Ahok yang terjebak sendiri. Dua-duanya bisa berpengaruh buruk bagi Ahok,” ujar Arie.
Bila pernyataan kontroversial diucapkan tidak dalam masa pilkada, bagi Arie tidak terlalu berpengaruh pada elektabiltas Ahok. Namun berbeda jika terjadi seperti sekarang, musim pra-kampanye. “Sangat riskan dan terlalu berisiko,” ucap Arie.
Bergulirnya proses hukum terkait dugaan perkara penistaan agama yang dilaporkan ke Polri bisa memperparah posisi Ahok. Dalam Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI disebutkan bahwa pernyataan Ahok dikategorikan: (1) menghina Alquran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum. MUI merekomendasikan aparat penegak hukum wajib menindak tegas dan diminta proaktif melakukan penegakan hukum dalam kasus tersebut.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, juga urun pendapat. Megawati yang partainya menjadi poros dukungan terbesar bagi Ahok meminta Ahok untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.
Lihat juga:Ahok: Bu Mega Bilang Hati-hati |
Bermacam pernyataan yang membuat Ahok berada dalam pusaran kontroversi itu bakal terlihat dampak nyatanya pada saat pemilihan gubernur kali ini. Seberapa besar pengaruhnya, baik bagi Ahok maupun masyarakat ibu kota. (obs/rel)