"Kontrak politik yang apa? Tinggal baca visi-misi program kami, sudah lebih dari kontrak," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/10).
Menurut Ahok, program yang ditawarkannya sudah rinci dan jelas. Dia menganggap program-program itu bisa disamakan dengan kontrak politik, lantaran masyarakat bisa menuntutnya jika tidak merealisasikan program itu ketika terpilih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya yang lain kan enggak berani nulis program begitu terperinci, coba kamu baca aja visi-misi dari calon yang paling terperinci siapa? Itu lebih dari kontrak. Bukan cuma ngomong," tutur Ahok.
Di sisi lain, Anies-Sandi membuat kontrak politik dengan warga Tanah Merah, Jakarta Utara. Anies menandatangani kontrak politik yang salah satu poinnya berisi bakal melegalisasi kampung-kampung ilegal, termasuk Kampung Tanah Merah.
Ia juga menyepakati untuk mengkaji ulang dan merevisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Tanah Merah. Nantinya, Anies ingin kawasan di Tanah Merah tidak berubah fungsi menjadi pusat perniagaan dan apartemen.
Lihat juga:Partai Kakbah, Fanatisme, dan Pengadang Ahok |
Agus yakin dapat menyanggupi empat syarat itu yang ia sebut sebagai isu sentral di Jakarta. (wis/asa)