"Mana nih sawerannya? Ada enggak?" kata seorang pedagang di Pasar Johar Baru. "Sawer dulu, baru dipilih," celetuk warga lainnya.
Celoteh serupa mengiringi sosialisasi Agus yang ditemani politikus Partai Demokrat Dede Yusuf di kampung itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Agus tidak membagi senyuman sesering biasanya. Kegiatan yang padat disebut menurunkan daya tahan tubuhnya.
Lihat juga:Agus-Sylvi Akhirnya Blusukan Bareng |
Di satu sisi, Agus menyatakan akan tetap menjaga komitmennya untuk tidak menukar suara pemilih dengan rupiah.
"Saya sadar dan tak bisa memungkiri hal itu. Tapi saya akan menjaga integritas sekaligus memberikan edukasi kepada mereka," tuturnya.
Menurut catatan Badan Pengawas Pemilu, pada pilkada serentak 2015 terdapat 929 laporan kasus dugaan pemberian uang kepada pemilih. Ketika itu pilkada diselenggarakan di delapan kabupaten, 170 kabupaten dan 26 kota.
Jelang pemilihan kepala daerah tahun 2017, sejumlah pihak menyoroti hasil legislasi DPR atas revisi UU Pilkada.
Penjalasan pasal 73 beleid itu tidak lagi mengkategorikan pemberian makan/minum, transportasi, hadiah untuk peserta kampanye sebagai bentuk politik uang.
Lihat juga:Bolong Aturan Dana Kampanye Pilkada Jakarta |