Di daerah ini pula, gemerlap hiburan malam pernah begitu hidup. Siapa tak kenal kawasan prostitusi Kramat Tunggak di Koja –lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yang kini telah tutup dan berganti dengan bangunan megah Jakarta Islamic Centre.
Siapa juga tak tahu distrik merah Kalijodo di Penjaringan –sarang prostitusi kelas bawah yang kini telah diratakan dengan tanah oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi penggusuran –yang notabene dilakukan oleh calon gubernur petahana– tak pelak membuat Jakarta Utara menjadi incaran strategis para penantangnya, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Di Jakarta Utara, terdapat 37 kelurahan. Terkait dengan kemiskinan, data BPS menyatakan wilayah tersebut menempati posisi nomor dua sebagai daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi setelah Kepulauan Seribu, yakni 5,30 persen. Persentase kemiskinan di Kepulauan Seribu sendiri mencapai 11,01 persen.
Secara umum, lembaga statistik itu juga menegaskan bahwa jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta meningkat dari sekitar 368.000 orang pada September 2015 menjadi 384.000 orang, Maret 2016. “Jumlah penduduk miskin meningkat 15 ribu atau sekitar 0,14 poin,” demikian BPS.
Agus-Sylvi terlihat memberikan perhatian serius pada wilayah itu. Mereka rutin berkunjung ke Jakarta Utara. Agus, berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, sudah tiga kali menyambangi Jakarta Utara.
Pada ketiga kunjungan itu, Agus pergi ke Koja, Muara Angke, Penjaringan, dan Luar Batang. Pada lawatan ketiganya, Agus bahkan melakukan stage diving di Stadion Tugu, Koja. Ia melemparkan diri dari panggung ke arah para relawan dan simpatisannya.
Agus disambut meriah saat mendatangi Rusun Sindang di Koja, kampung nelayan di Angke, dan wilayah gusuran di Luar Batang. Bunyi yel-yel dukungan terhadap Agus menggema di sepanjang perjalanannya menyapa warga.
Agus Yudhoyono dan istrinya, Annisa Pohan, beserta adiknya Ibas Yudhoyono dan sang istri, Aliya Rajasa. (Dok. Tim Sukses AHY) |
Anies mengatakan, kontrak politik adalah janji dan komitmennya kepada warga. Ia menganggap, calon yang tak meneken kontrak politik sama saja dengan tak bersedia melakukan apa-apa.
Dari tiga calon yang bertarung di Pilkada DKI Jakarta, hanya Anies-Sandi yang menandatangani kontrak politik. Sementara Agus-Sylvi mengatakan enggan mengumbar janji, dan Ahok-Djarot mengklaim visi misi mereka satu level di atas kontrak politik.
Anies Baswedan ketika berkeliling menyambangi warga Jakarta. (Detikcom/Ahmad Ziaul Fitrahudin) |
Meski demikian, jumlah itu bisa menjadi lumbung suara signifikan jika digarap maksimal oleh para penantang Ahok.
Keriuhan akan dimulai pada Jumat pekan ini, 28 Oktober, saat masa kampanye resmi dibuka. (agk)
Agus Yudhoyono dan istrinya, Annisa Pohan, beserta adiknya Ibas Yudhoyono dan sang istri, Aliya Rajasa. (Dok. Tim Sukses AHY)
Anies Baswedan ketika berkeliling menyambangi warga Jakarta. (Detikcom/Ahmad Ziaul Fitrahudin)