"Responnya pasti bagus. Tidak mungkin menolak. Beliau adalah seorang senior, yang paham betul terhadap peristiwa hukum dan politik. Saya punya keyakinan kuat ARB orang bijak," kata Nurdin usai rapat fraksi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/11).
Menurut Nurdin, berdasarkan Pasal 19 AD/ART Partai Golkar, badan pelaksana tertinggi partai merupakan dewan pimpinan pusat secara kolektif. Dalam arti lain, pengambilan keputusan kata Nurdin sepenuhnya di tangan pengurus DPP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, kata Idrus, komunikasi secara resmi akan dilakukan setelah Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie tiba dari luar negeri untuk menjelaskan keputusan ini.
"Kami punya keyakinan Aburizal ini memahami kiprah Partai Golkar apalagi baru keluar dari masalah panjang. Aburizal punya kepemahaman untuk produktifitas dan harmonis partai," ujarnya.
Pengembalian jabatan Setya sebagai Ketua DPR merupakan salah satu keputusan rapat pleno Golkar, Senin (21/11) kemarin. Keputusan itu diambil secara aklamasi berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Kehormatan Dewan.
“Pengambilan keputusan yang begitu penting terkait ketua DPR menurut saya seharusnya tidak diputuskan sendiri oleh DPP Partai Golkar tanpa meminta saran atau mendengarkan suara dari para senior. Karena kalau tidak ada kesepakatan penuh dari seluruh stakeholder Partai Golkar maka ini bisa menimbulkan masalah dan konflik baru,” kata Akbar dalam keterangannya. (yul)