"Yang berantem siapa? Saya kira kalau rujuk-rujuk, kita tidak berantem kok," kata Jokowi di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/11).
Jokowi menjelaskan, situasi politik yang memanas belakangan ini bukan berarti ada pertikaian di antara anak bangsa. Bahkan safari dan pertemuan yang dia lakukan dengan sejumlah tokoh agama maupun tokoh politik, bertujuan mengingatkan kemajemukan dan keberagaman masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rujuk, rekonsiliasi kalau berada pada posisi apa? Kami baik-baik saja," tegas bekas Gubernur DKI Jakarta ini.
Usulan ini dikemukakan setelah GNPF MUI bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian di kantor pusat MUI. Menurutnya, pertemuan kemarin menjadi permulaan baik menuju rujuk nasional.
Wacana rujuk nasional disambut baik Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab. Ia berpendapat, acara itu dapat menjadi forum dialog antara pemerintah dan seluruh tokoh terutama perwakilan pedemo. Pasalnya, menurut Rizieq, pemerintah tak pernah mengajak berdialog termasuk saat aksi 4 November. (pmg/obs)