Jumlah tersebut diketahui usai ditetapkannya daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada DKI Jakarta. Ribuan pemilih narapidana itu tersebar di Rutan dan Lapas Cipinang, Pondok Bambu, dan Salemba.
Berdasarkan data yang dihimpun CNNIndonesia.com, KPU DKI akan menyediakan tujuh TPS di seluruh rutan dan lapas di ibu kota. Narapidana yang telah terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya saat hari pemungutan suara tiba, 15 Februari 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kendala tersebut teratasi setelah KPU DKI melakukan pendataan bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta. Setelah rekapitulasi data dilakukan, terhitung jumlah pemilih narapidana terbesar berada di Rutan Cipinang.
Pemilih di Rutan Salemba tercatat berjumlah 859 narapidana. Kemudian, pemilih di Lapas Salemba ada 163 orang. Terakhir, pemilih dari Rutan Pondok Bambu mencapai angka 157 orang.
Jumlah DPT tersebut mengalami perubahan dibanding hasil penetapan yang sudah dilakukan KPU kotamadya dan kabupaten di ibu kota, Rabu (7/12) lalu. Saat itu, tercatat ada 7.129.323 pemilih yang masuk dalam DPT DKI Jakarta.
Perubahan terjadi setelah adanya koreksi data pemilih dari beberapa KPU kotamadya dan kabupaten jelang rekapitulasi, Kamis (8/12) malam. Ketua KPU DKI Sumarno berkata, perubahan kerap terjadi karena kompleksnya masalah kependudukan di ibu kota.
(obs)