"Pak Oesman Sapta nampaknya menjadi satu-satunya calon yang dinilai paling mampu melanjutkan kepemimpinan Pak Wiranto," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana, melalui pesan singkat, Selasa (20/12).
Dadang menuturkan, seluruh kader Hanura telah sepakat mendorong Oesman menggantikan posisi Wiranto. Namun, nantinya Hanura tetap akan memberikan jabatan kepada Wiranto yang berstatus sebagai salah satu pendiri partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang yakin dengan Oesman sebagai ketua umum dan Wiranto sebagai ketua dewan pembina Hanura akan mendapatkan perolehan suara lebih banyak pada Pemilu 2019.
Lihat juga:Oesman Sapta Odang Dapat Pengampunan Pajak |
"Oesman Sapta memenuhi kriteria itu, baik dalam organisasi politik, organisasi kemasyarakatan maupun organisasi olahraga. Kalau ditanya siapa Pak Oesman Sapta, pasti publik mengetahuinya," tutur Berliana.
Pemerintahan Joko Widodo mengharuskan menteri yang duduk di Kabinet Kerja melepas jabatan di partai politik. Setelah Wiranto meletakkan jabatan ketua umum, Chairuddin Ismail ditunjuk untuk memimpin Hanura untuk sementara waktu.
Hanura untuk pertama kali mengikuti pemilihan umum tahun 2009. Ketika itu, Hanura memperoleh 3,8 persen suara dan menempatkan 18 wakil mereka di DPR.
Lima tahun kemudian, perolehan suara Hanura di pemilu meningkat menjadi 5,26 persen atau setara 16 kursi di DPR. Dalam dua pemilu itu, Wiranto memegang posisi ketua umum.