“Misalnya seperti FPI, ya agar FPI yang berwarna Indonesia, Islam yang berwarna Indonesia, bukan Islam yang Arab. Jadi kita harus menyadari bahwa kita ini orang Indonesia yang beragama Islam atau Kristen, bukan orang Islam yang ada di Indonesia,” kata pejabat Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan, Letkol Eka Sundawan, saat ditemui di kantornya, Senin (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan, Laksamana Muda M. Faisal mengatakan, pemerintah tidak melarang ormas mana pun untuk mengikuti latihan bela negara selama ormas tersebut memenuhi dan mengikuti kurikulum yang dibuat oleh Kementerian Pertahanan.
“Bukan masalah ormasnya, tetapi kita bicara manusianya, warga negaranya. Pembinaan karakter manusia, bukan karakter ormas. Kalau karakter ormas ya, silahkan bina sendiri,” ujar Faisal.
Latihan bela negara untuk ormas menjadi pembahasan hangat belakangan ini setelah salah satu ormas, Front Pembela Islam diberitakan mengikuti latihan bela negara yang dipimpin Komandan Distrik Militer (Dandim) 0603 Lebak Letkol Czi Ubaidillah.
Akun instagram @dpp_fpi mengirim sejumlah foto mengenai kegiatan tersebut. Dalam foto itu, terlihat latihan seperti melewati sungai dengan memanjat jaring tambang. (pmg)