Putusan ini diambil setelah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta persetujuan peserta rapat paripurna. Sepuluh fraksi lantas menyerahkan berkas tertulis pandangannya terhadap RUU MD3.
"Apakah RUU Usul Inisiatif Anggota DPR RI tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD menjadi RUU Usul DPR RI dapat disetujui?" tanya Fadli dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:RUU MD3 Disebut Kompromi Politik di DPR |
Setelah ditetapkan menjadi RUU usul inisiatif DPR, revisi UU MD3 akan dibahas DPR melalui Badan Legislatif (Baleg). DPR juga akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait keputusan rapat paripurna kali ini.
Poin terpenting dalam revisi UU ASN adalah pengangkatan tenaga honorer, PTT (pegawai tidak tetap), harian lepas, dan lainnya yang bekerja di instansi pemerintah lebih lama dari lima tahun tanpa melewati tes.
"Saya setuju mereka (Honorer K2) diangkat sebagai pegawai. Cuma, catatannya, negara akan angkat 439 ribu tenaga honorer. Artinya negara harus bayar gaji sebesar Rp23 triliyun. Pastinya bukan persoalan mudah," kata dia. (yul)