Jokowi mengingatkan, ia kerap menyampaikan akan mengatur pertemuan dengan SBY sejak sejumlah tokoh dan ketua umum partai hadir berbincang dan makan siang bersama dirinya pada tahun lalu.
"Sudah saya sampaikan bolak-balik. Waktunya akan diatur tetapi kalau ada permintaan ya," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Kamis (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengatakan siap mengatur jika diminta, Jokowi enggan menanggapi soal pernyataan SBY mengenai dua hingga tiga orang di sekelilingnya yang menghalangi pertemuan dia dengan Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Pertemuan itu, kata SBY, untuk menghindari praduga, prasangka, dan saling curiga. Namun, ia menyebut tiga orang di dekat Jokowi melarang bertemu SBY.
Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menjelaskan partai Demokrat menunggu pertemuan antara Jokowi dengan SBY.
Pertemuan itu, kata Agus, penting karena hubungan SBY dan Jokowi dianggap memanas sejak Aksi Bela Islam, dugaan makar sampai pembicaraan SBY dengan Ketua MUI Maruf Amin.
Lebih lanjut, Agus menilai jumpa media yang dilakukan SBY sangat tepat. Hal itu perlu dilakukan untuk meluruskan segala dugaan intervensi SBY pada MUI untuk mengeluarkan fatwa penistaan agama. Dugaan itu muncul saat Maruf bersaksi dalam persidangan Ahok, Selasa (31/1).