Seorang pelaku intimidasi menjelang pemungutan suara tertangkap oleh tim operasi tangkap tangan tim gabungan Panitia Pengawas Kecamatan Siak Hulu dan intel Kepolisian Resor Kampar, Provinsi Riau.
Pelaku diamankan setelah panitia pengawas tingkat kecamatan mendapatkan barang bukti berupa lembaran uang yang dibagikan pelaku dalam serangan fajar. Pengamanan pelaku dibantu oleh Unit Intel Polres Kampar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy mengatakan barang bukti yang diamankan berupa uang berupa lembaran Rp100 ribu, dan yang menerima adalah seorang ibu dari salah satu oknum tim sukses.
Lihat juga:Pilkada di Sabang dan Jayapura Sepi Pemilih |
Komisioner Bawaslu Kalimantan Tengah Lery Bungas mengatakan peristiwa itu terjadi di TPS yang ada di Lapas Pangkalan Bun. Terduga pelaku kini telah diserahkan ke sentra penegakan hukum terpadu.
"Pelaku tidak mengakui perbuatannya, namun tetap harus dikembangkan karena informasi maupun laporan yang diterima Panitia Pengawas Pemilu Kobar telah terjadi politik uang," kata Lery.
Lery membenarkan politik uang itu diduga dilakukan seorang pelaku dari tim sukses pasangan calon tertentu di wilayah perkotaan Pangkalan Bun. Pihak mana saja yang menerima dan berapa besarannya masih dalam proses pengembangan aparat.
Lihat juga:Geliat Pilkada di Penjuru Daerah |
"Terkait adanya indikasi kecurangan jelang pencoblosan, saya harap agar proses hukum bisa ditegakkan secara adil," kata Rano Karno di rumah pemenangan, Perumahan Modernland Tangerang.
Rano mengatakan, indikasi kecurangan yang ditemukan adalah sejumlah bungkusan berisi mie instan yang siap didistribusikan dan juga politik uang di beberapa wilayah.
Atas temuan tersebut, pihak Rano berharap pelaku dapat diproses aparat agar Pilkada Banten bisa berjalan jujur dan adil. "Kaitan kecurangan, intinya harus dilaporkan," kata Rano.