Permukiman warga RW 3 dan RW 4 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, sejak Minggu (19/2) siang, dilanda banjir setinggi dua meter akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta. Bahkan pada pagi tadi air masih menggenangi permukiman warga.
"Saya mau lihat (kondisi di lokasi bencana). Sekaligus mau meyakinkan warga disana, seperti (warga) Bukit Duri, untuk menerima normalisasi," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Senin (20/2) pagi.
Lihat juga:Ahok Jamin Banjir Surut Kurang dari 12 Jam |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mencontohkan kasus Kampung Pulo, Jakarta Timur. Sebelum normalisasi, kata Ahok, ketinggian banjir di kawasan Kampung Pulo bisa mencapai dua hingga tiga meter. Sekarang, menurut dia, ketinggian air tidak setinggi itu lagi dan dapat surut dalam hitungan jam.
"Saya kira begitu, saya juga baru tahu tadi pagi, ini dadakan," katanya saat ditemui di posko pemenangan di Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.
Taufik mengatakan, setelah kunjungan akan ada diskusi dengan ahli soal penanganan banjir. Menurut Taufik, banjir merupakan kegagalan Gubernur DKI Jakarta Ahok.
"Ahok bilang banjir Jakarta 4 jam surut, sekarang sudah hari keberapa?" kata Taufik.