“Saya sampaikan, apa betul Golkar terima Rp150 miliar? Saya bilang itu durhaka, saya demi Allah, kepada kader Golkar saya tidak pernah terima apapun," kata Setya saat memberi sambutan acara Rakornis Golkar di Jakarta pagi hari ini.
Setya meminta kader tidak menanggapi kasus korupsi e-KTP. Meski namanya disebut berperan dalam dugaan korupsi proyek senilai Rp6 triliun itu, Setya mengklaim partai yang dia pimpin semakin baik.
Lihat juga:Mengusut Nama Besar di Korupsi Proyek e-KTP |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus yang kini menjabat Ketua DPR itu merasa heran lantaran media menyebut dirinya menerima uang Rp543 miliar. Ia telah melakukan safari media untuk membantah dugaan korupsi e-KTP.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto sebagai tersangka, dan hari ini keduanya menghadapi sidang dakwaan.
Mereka diduga menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan proyek KTP elektronik (e-KTP) tahun 2011-2012, dengan dugana kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun dari total nilai proyek Rp6 triliun.
Beberapa hari sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, sejumlah nama besar ada dalam dakwaan. Ia enggan menyebutkan nama-nama itu. Namun ia meyakini pembacaan dakwaan akan mengejutkan. (rdk/rdk)