Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan dari Universitas Padjajaran, Muradi menyebut ketiga tokoh itu kemungkinan besar akan diusung oleh partai politik karena memiliki popularitas yang tinggi.
Berdasarkan afiliasi politik ketiga tokoh itu, Muradi kemudian memetakan dukungan politik yang akan didapat oleh Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, dan Deddy Mizwar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muradi melanjutkan, ada lima kluster di Jawa Barat yang setiap klusternya memiliki pemilih dengan karakteristik berbeda. Dedi menyebut dua kluster sebagai contoh.
"Kalau merujuk pada hasil Pilpres lalu, karakteristik utama pemilih di Jawa Barat cenderung adalah tokoh yang dianggap religius dan anti Jokowi. Kecenderungan itu masih ada sampai sekarang, terutama di kluster pertama. Saya pikir ini jadi hal penting," kata Muradi.
Sedangkan Dedi Mulyadi disebut kuat di kluster kedua di kawasan Pantura dan Bandung Timur. "Pengecualian ada di wilayah Tasikmalaya," ujarnya.
Isu Agama
Menurut Muradi, Dedi Mulyadi harus berjuang keras untuk merebut ceruk suara di wilayah Bandung Raya dan sub urban lantaran terlanjur dilihat oleh masyarakat sebagai sosok yang ingin mengintegrasikan agama dan kebudayaan Sunda.
"Ini jelas berbeda dengan karakteristik keagamaan masyarakat Jawa Barat yang cenderung Arab Sentris," kata Muradi.
"Jadi masyarakat melihatnya lebih sebagai budayawan, bukan sebagai pemimpin. Tapi Pilgub masih jauh. Dedi punya cukup waktu mengubah strateginya untuk meyakinkan publik," ujar Muradi.
Hal senada diungkapkan pengamat politik Idil Akbar. Menurutnya, kerja politik dari para calon, terutama para penantang Ridwan Kamil, harus dilakukan secepat mungkin.
Strategi yang perlu dilakukan untuk meraih dukungan atau mendongkrak elektabilitas adalah dengan menanamkan pengaruh politik dan membangun motif politik yang positif di tengah masyarakat Jawa Barat.
Meski demikian, Idil mengingatkan para para calon penantang Kang Emil untuk tidak melupakan strategi-strategi yang terkait dengan program kerja.
"Karena tingkat rasionalitas pemilih Jabar juga cukup tinggi. Mereka melihat tokoh yang bisa memperbaiki kondisi Jabar secara keseluruhan terutama terkait, kesejahteraan, kemakmuran, lapangan kerja," kata Idil.