Ia mengklaim tak ada masalah internal partai yang dipimpinnya itu. "Tidak ada masalah itu," kata Setya Novanto singkat menjawab pertanyaan awak media di rumah Agung Laksono, Jakarta Timur, Minggu (26/3).
Sejumlah kader muda Golkar seperti Ahmad Doli Kurnia, Sirajuddin Abdul Wahab, Indra J Piliang, Oheo Sinapoy, Lampuan Sinaga, sebelumnya menilai kasus korupsi e-KTP tidak menguntungkan Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menilai permintaan kader muda untuk penyelenggaraan Munaslub tidak berdasar, baik secara AD/ART maupun secara hukum. "Kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, harus dijunjung tinggi," kata Agung.
Sedangkan, Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Mahyudin juga menilai bahwa saat ini tidak ada persyaratan yang dapat dipenuhi untuk Munaslub. Selain itu, Mahyudin mengklaim tak ada kader yang menginginkan Munaslub dilangsungkan.
Apalagi, kata dia, Golkar juga pernah mengalami kondisi serupa saat mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung, menjadi tersangka kasus Bulog Gate.
Mahyudin pun menyarankan agar para pihak yang menghembuskan isu Munaslub diberi sanksi tegas oleh DPP Partai Golkar. Hal ini untuk menghindari tindakan memecah-belah partai.
"DPP harus tegas, harus berikan sanksi, jangan dibiarkan. Saya lebih setuju itu diberi sanksi. Sanksi itu kan bisa berupa teguran, berupa pemberhentian," kata Wakil Ketua MPR ini.