"Itu saya enggak melobi. Saya nggak mengerti lobi. Tapi yang jelas semua anggota mempunyai hati nurani yang tulus dan iklas, yang mempunyai semangat daerah, terutama daerah yang diwakili," kata Oesman usai dilantik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah terpilih jadi ketua DPD, Oesman mengajak para senator yang mewakili daerahnya untuk tak menghamburkan anggaran, melainkan menggunakannya untuk pembangunan daerah yang mereka wakili.
"Tentunya orang ini memerlukan waktu yang cepat segera, jadi tinggal 2,5 tahun. Jadi ini merupakan speed dalam berpikir dan bekerja bekerja, bekerja," tuturnya.
Posisi Oesman Sapta Sah
Mantan Ketua DPD, Mohammad Saleh menyebut posisi Oesman saat ini sudah sah, baik secara hukum maupun politik. Sehingga, menurutnya, posisi Oesman sudah tak perlu diperdebatkan kembali.
Secara politik, anggota DPD sudah resmi memilih Oesman. Sementara itu secara hukum, Oesman sudah diambil sumpah oleh Mahkamah Agung (MA).
"Secara politik selesai, secara hukum selesai. Sudah final," tegas Saleh.
Menurut Saleh, posisi Oesman, Nono dan Darmayanti saat ini sudah sah sebagai pimpinan DPD lantaran telah diambil sumpahnya oleh MA. Saleh menyatakan, bila MA enggan melantik mereka bertiga, dirinya juga akan menyebut pimpinan baru DPD ini ilegal.
"Dengan demikian, menurut saya, semua hak dan kewajiban pimpinan sudah melekat sejak pengambilan sumpah ini," tuturnya.