Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai menuturkan, konsolidasi intens diperlukan sebab muncul dugaan besar Setya akan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang merugikan negara Rp2,3 triliun tersebut.
"Memang ketua umum hampir pasti menjadi tersangka dengan kasus ini. Kami harus pahami sekarang sudah pencegahan," kata Yorrys di Hotel Pura Denpasar, Senin (24/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum dicegah, Setya sudah beberapa kali dimintai keterangan sebagai saksi terhadap dua tersangka yakni Irman dan Sugiharto yang berkasnya kini telah masuk persidangan.
Yorrys enggan menyebut kemungkinan hasil konsolidasi. Namun sejumlah anggota muda Golkar sudah mendesak digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Berdasarkan Pasal 33 Bab XV AD/ART Golkar, Munaslub biasanya diselenggarakan apabila partai dalam keadaan terancam atau menghadapi hal ihwal kegentingan yang memaksa.
Setya sebelumnya juga terpilih menjadi ketua umum melalui Munaslub. Perhelatan digelar untuk menyelesaikan dualisme Golkar yang berlangsung lebih dari setahun sejak 2014.
“Semua solid di belakang Ketua Umum Setya Novanto. Jangan menghakimi sebelum ada keputusan apapun,” kata Nurul kepada media hari ini.