"Itu kan masalahnya, dia yang bermasalah. Silakan cek ke semua. Gerindra amat sangat baik ke Ridwan Kamil, kami tidak pernah menganggu, merongrong. Jadi sangat aneh dia meninggalkan Gerindra," ujar Sodik di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4).
Seperti yang diketahui, Emil sapaan Ridwan, telah menyatakan maju sebagai calon gubernur Jawa Barat. Partai NasDem yang kemudian mendeklarasikan dukungan kepada Emil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Sodik mengatakan, “Kasarnya satu rupiah pun kami tidak pernah meminta, nah kemudian karena ada masalah lain, dia meninggalkan.”
"Anak nakal ya kira-kira begitu," katanya.
Lihat juga:Ridwan Kamil Jelaskan Alasan Terima Nasdem |
Ketua Umum Partai Nasdem Suryo Paloh yang menghadiri deklarasi Ridwan Kamil maju dalam pilgub Jawa Barat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sejumlah calon baik dari internal maupun eksternal seperti Dedi Mizwar disebutnya masih digodok di DPD Gerindra Jawa Barat yang akan diputuskan pada awal Mei mendatang sebelum dibawa ke dewan pimpinan pusat.
Sedangkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjelaskan, salah satu penyebab pihaknya menutup pintu kepada Emil adalah karena didukung Partai Nasdem yang mensyaratkan dukungan kepada Joko Widodo di Pilpres 2019.
"Kalau saya lihat agak susah ya. Kenapa? Karena Pak Ridwan Kamil yang kami baca di media itu didukung Partai Nasdem yang mensyaratkan untuk mendukung Pak Jokowi sebagai calon presiden," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa malam (25/4).
"Ya kalau benar apa yang jadi pemberitaan sudah ada tekan kontrak untuk Pak Jokowi 2019, ya tentu agak berbeda kepentingan kami," katanya.
Ketua Umum Partai Nasdem Suryo Paloh yang menghadiri deklarasi Ridwan Kamil maju dalam pilgub Jawa Barat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)