Dari pantauan CNNIndonesia.com, tampak hadir sejumlah mantan Panglima TNI. Di antaranya, Try Sutrisno, yang juga merupakan mantan Wakil Presiden RI keenam; Endriartono Sutarto; Wiranto, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan; Agus Suhartono.
Tak ketinggalan, hadir pula para purnawirawan Jendral bintang tiga, misalnya, Prabowo Subianto, yang merupakan ketua umum Partai Gerindra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot Nurmantyo menyebut acara hari ini digelar untuk membina silaturahmi antara TNI aktif dan para purnawirawan.
"Kan saya sudah jawab, kita harus kompak dengan Panglima TNI dan dengan purnawirawan," ucapnya.
Senada, Try Sutrisno bahkan menggaungkan kembali wacana proses penyaringan (screening) silsilah keluarga calon taruna TNI untuk mencegah keluarga mantan PKI masuk ke Akademi Militer.
"Sekarang tidak mustahil anak cucu PKI akan masuk ke Akmil itu sasaran strategis jangka panjang. Jadi saya minta jejeran intel kita walau sudah tidak ada timsus, please yang mau masuk Akmil, Akpol, AU, atau AL untuk betul-betul tahu orang ini merah putih atau tidak," ujar dia.
Menurutnya, kewaspadaan di tubuh TNI itu harus ditingkatkan seiring masih banyaknya ideologi yang bertolak belakang dengan Pancasila. Para Jenderal dan petinggi TNI pun harus lebih siap menghadapi ancaman terhadap Pancasila.
Menjawab usul Try, Gatot menyebut proses penyaringan dalam seleksi calon taruna TNI sudah dilakukan. Keberadaan data pribadi yang rinci dianggap memudahkan penyeleksian itu.
"TNI selalu waspada bagi yang masuk TNI karena ini sudah keputusan, jelas kami tahu itu. Tidak mungkin kami tidak tahu semua datanya kami tahu. Tetapi tetap diterima," ujar Gatot.
Lihat juga:Try Sutrisno: Saya Bangga Film G30S/PKI |
"Saya yang memerintahkan pemutaran kembali film G30S PKI itu, mengimbau masyarakat untuk memutar kembali film itu," kata Gatot usai berziarah ke Makam Presiden RI ke-2 Soeharto, di Astana Giribangun Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (19/9).