Praktisi keamanan internet dan pakar antivirus dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, percaya bahwa IE punya sistem keamanan yang sama baik dengan Chrome dan Firefox.
Hanya saja, popularitas IE yang lebih tinggi membuat para peretas lebih memilih untuk mengeksploitasi browser itu dibanding produk lainnya. Inilah yang kemudian muncul persepsi bahwa IE mudah diserang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal celah yang kerap menjadi momok IE, Alfons menganggap itu hal biasa. Dan ‘penyakit’ itu pun sejatinya bisa ditemui juga pada browser lain.
Seperti dituliskan sebelumnya, bahwa Microsoft berencana untuk menghapus nama IE karena dianggap identik dengan browser yang tidak aman. Sebagai gantinya, perusahaan asal Redmond, AS itu akan menyiapkan pengganti yang akan meluncur pada 2016 mendatang.