Celah itu dinamai ’Tyupkin’ dan bisa dieksploitasi dengan trojan atan program sejenisnya. Namun untuk melakukan itu tidak mudah, pelaku harus terlebih dahulu memasukkan virus ke mesin ATM.
Membongkar mesin ATM, kemudian memasukkan virus adalah langkah tersulit. Jika itu sukses dilaksanakan maka peretas tinggal memasukkan kode-kode tertentu untuk mengambil uang yang bukan miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama beberapa tahun kami mengamati kemungkinan penyerangan mesin ATM menggunakan software, dan sekarang kami melihat evolusi dari serangan tersebut," tulis Vicente Diaz, peneliti keamanan dari Kaspersky.
"Faktanya, banyak mesin ATM masih memakai sistem operasi yang kelemahannya sudah banyak diketahui," tulis Diaz.
Membobol mesin ATM dengan cara itu diklaim bisa dilakukan dengan mudah di Amerika Serikat, Tiongkok dan sejumlah negara Eropa. Belum diketahui apakah ‘Tyupkin’ bisa beraksi di luar wilayah itu.