Untuk itu, badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA) tengah mempersiapkan penerbangan ke sana.
Jarak komet Siding Spring dengan si planet merah disebut-sebut lebih dekat dari jarak Bumi dengan Bulan. Pangkal atau inti dari Siding Spring akan mendekati Mars sekitar pukul 14:27 waktu EDT dengan kecepatan luncur 56 kilometer per detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itulah yang menjadi alasan mengapa NASA mempersiapkan dua pasukan armadanya, Opportunity dan Curiosity terbang ke sana untuk mengobservasi Siding Spring.
"Ini bagaikan anugerah ilmu kosmik. Komet ini belum pernah masuk ke tata surya bagian dalam, maka komet ini akan menyuguhkan sumber petunjuk terbaru tentang awal mula sistem tata surya," ujar seorang astronot NASA John Grunsfeld.
Siding Spring datang dari Oort Cloud, area bulat dari ruang sekitar matahari yang menempati ruang tersebut dari jarak antara 5.000 dan 100.000 kesatuan astronomi.
Komet tersebut merupakan kumpulan objek dingin penuh es yang diyakini sebagai materi yang tertinggal dari pembentukan tata surya.