Snapchat adalah salah satu aplikasi pesan instan yang sering digunakan untuk mengirimkan konten bermuatan seksual. Meskipun memiliki risiko, dengan fitur yang dimiliki Snapchat, pengguna akan merasa lebih aman untuk saling bertukar konten pribadi.
Aplikasi ini mulai dikenal ketika Anthony Weiner, seorang anggota dewan di Amerika Serikat didesak mundur dari jabatannya karena terlihat mengirimkan foto vulgar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara kerja Snapchat adalah pengirim dan penerima konten harus memiliki aplikasi ini pada ponselnya dan akan terhubung melalui nomor kontak. Artinya, kedua pihak dapat terhubung secara pribadi dan tertutup tanpa adanya gangguan dari luar.
Pada halaman Appstore, SnapChat hanya boleh digunakan oleh pengguna yang berusia 12 tahun. Wajar saja mengingat aplikasi ini bisa menjadi sarana bertukar konten yang bersifat pribadi dan bermuatan seksual.
Bahkan Evan Spiegel, mahasiswa asal Universitas Stanford yang membuat aplikasi tersebut memperingatkan pengguna dari "konten seksual ringan atau hingga sampai konten ketelanjangan" pada Appstore.
Hingga saat ini, popularitas Snapchat terus meningkat. Dikutip dari Mashable, Evan Spiegel dalam D Moble Conference mengemukakan bahwa setiap harinya pengguna mengunggah sebanyak 150 juta foto melalui aplikasi Snapchat.