Petunjuk itu berasal dari sebuah asteroid bernama 4-Vesta yang ditemukan di wilayah Antartika. Asteroid dengan kandungan molekul air yang tinggi ini, diduga datang dari sumber yang sama saat tata surya mulai terbentuk.
"Ini meteorit primitif yang menyerupai komposisi tata surya," kata Sune Nielsen, ahli geologi dari lembaga penelitian Woods Hole Oceanographic Institution, seperti dikutip dari TechTimes. "Mereka memiliki cukup banyak air di dalamnya dan telah terpikir sebagai asal air di Bumi.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa teori mengatakan bahwa saat pertama kali terbentuk, Bumi merupakan dataran yang kering dan air pertama kali muncul dari komet atau asteroid yang mengandung es dan gas.
Para peneliti menggunakan metode pengukuran dua isotop hidrogen, yaitu deuterium dan hidrogen bervariasi yang dapat digunakan untuk memperkirakan kapan molekul air mulai terbentuk di planet. Tentu saja penelitian ini dilakukan pada beberapa asteroid yang ditemukan.
"Usia mereka (asteroid) sempurna untuk memperkirakan jumlah air di bagian dalam tata surya selama periode pembentukan Bumi," kata para peneliti.
"Vesta memberi kita gambaran tentang pembentukan pertama Bumi," lanjutnya.
Mengetahui air yang datang lebih awal ke tata surya juga mengindikasikan bahwa planet-planet yang ada dalam tata surya bisa saja sudah dalam kondisi basah sejak lama.