Saul, sebuah robot yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi kesehatan Xenex, dapat membunuh bakteri dan kandungan pantogen berbahaya yang menjadi salah satu penyebab penyebaran infeksi Ebola hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.
Robot dengan tinggi 1,5 meter ini menggunakan tekanan listrik dengan intensitas tinggi, kemudian mengeluarkan sinar ultraviolet untuk membelah dinding sel bakteri untuk memasukan sebuah kandungan kimia pembunuh satu untaian asam ribonukleat (RNA) yang memiliki struktur menyerupai virus Ebola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Genant, pihak Xenex kini tengah menguji sistem spektrum desinfeksi penuh pada 22 mikroorganisme dan dua ribu contoh di beberapa laboratorium di seluruh dunia. Jika berhasil, robot ini nantinya akan dapat menghancurkan virus Ebola dengan tingkat efisiensi hingga 99,9 persen.
Robot tersebut kini berada di Langley Air Force Base dan digunakan untuk memeriksa para tentara yang baru saja kembali dari Afrika Barat agar terhindar dari infeksi Ebola. Di sana, Saul akan terus dikembangkan oleh para ahli kesehatan, teknologi dan bekerjasama dengan pihak militer untuk meningkatkan daya guna robot ini sehingga dapat membunuh virus mematikan lainnya.