Kerja sama ini memungkinkan perangkat Android dari Samsung Galaxy menggunakan BlackBerry Enterprise Service 12 (BES 12) pada awal 2015. Menurut laporan Reuters, Blackberry akan membantu peranti lunak Samsung Knox untuk menambal celah-celah keamanan pada Android dengan meningkatkan kemampuan enkripsi data.
“Kami sangat serius untuk merealisasikan kemitraan dengan Samsung, jadi ini adalah hubungan yang sangat serius,” kata John Sims, Kepala Layanan Korporasi BlackBerry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peranti lunak solusi manajemen dan keamanan BES 12 menjadi salah satu tulang punggung pendapatan BlackBerry. Perusahaan asal Kanada ini harus bertahan di tengah gempuran Samsung, Apple, dan vendor asal Tiongkok dalam bisnis perangkat mobile.
Dalam bisnis peranti keras, BlackBerry sedang menyiapkan ponsel bernama BlackBerry Classic yang diperkenalkan pada 17 Desember mendatang di kota New York, Frankfurt, dan Singapura. Perangkat yang mirip dengan ponsel BlackBerry Bold ini bakal dijual seharga US$ 449.