Batu Rosetta seakan menjadi kunci peradaban kuno. Di permukaannya, ada tiga prasasti yang terukir dalam bentuk tulisan Mesir dan Romawi. Sejarawan membandingkan ketiganya dan mampu memecahkan hieroglyphics (tulisan Mesir zaman purbakala) yang misterius. Berkatnya, para ilmuwan bisa menggabungkan sejarah tentang budaya yang hilang.
Misi Rosetta garapan ESA fokus pada evolusi dan asal-muasal sistem tata surya. Misi ini menjadi wadah ilmuwan Eropa untuk membuka misteri dari komponen tertua, yaitu komet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di situs resmi ESA menyatakan bahwa adanya bukti kuat mengapa komet menjadi kunci utama dari evolusi kehidupan, seperti komponen air yang dibawa komet yang mungkin sekarang menjadi lautan di Bumi.
Setelah matahari 'hidup' dan menjalankan perannya sebagai bintang, banyak partikel dari sisa-sisa objek tersebut membentur dan berdekatan satu sama lain, lalu tumbuh membesar hingga mereka menjadi planet-planet yang kita tahu dalam sistem tata surya.
Sekitar 4,5 miliar tahun silam, sistem tata surya masih dalam 'masa perbaikan' karena ruang antara tiap planet masih penuh dengan timbunan partikel serbuk. Gumpalan serbuk seringkali menabrak planet-planet dan hancur, namun jutaan bahkan miliaran dari mereka mampu bertahan.
Gumpalan serbuk tersebut adalah komet dan asteroid.
Misi Rossetta memang menjadi yang pertama untuk mendarat di komet. Perjalanan selama 10 tahun sejak 2004 silam itu telah membuahkan hasil dengan mendarat di Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko yang permukaannya berukuran sekitar 4 kilometer.
Komet ini bergerak dengan kecepatan sekitar 135.000 kilometer per jam. Ia mengitari matahari antara orbit Jupiter dan Bumi dengan jarak antara 800 juta dan 186 juta kilometer dari matahari.
Penamaan komet ini berasal dari penemunya, yaitu Klim Churyumov dan Svetlana Gerasimenko. Inisial huruf "P" memiliki arti komet 'short-period' atau jangka pendek. Maksudnya, komet yang memiliki orbit berkedudukan kuat di sekitar matahari yang hanya butuh waktu kurang dari 200 tahun untuk menyempurnakan revolusinya.
Sedangkan nomor 67 berasal dari posisi Churyumov-Gerasimenko dalam daftar katalog komet secara berkala. Komet paling terkenal Halley, mendapat nomor 1P.
Komet ini akan dieksplorasi oleh pesawat robotika Philae yang dibawa oleh wahana induk Rosetta. Philae, yang berukuran kotak seperti mesin cuci dan berbobot 100 kg, diharap dapat mengirim data ke Bumi untuk mengungkap misteri terbentuknya sistem tata surya.