Nokia memang menjadi otak di balik desain N1, namun proses pembuatan, distribusi, penjualan, hingga biaya garansi, akan diserahkan kepada perusahaan manufaktur asal Taiwan, Foxconn. Dengan kata lain, Nokia seperti 'menjual' mereknya kepada Foxconn dan akan menerima biaya lisensi atas merek yang digunakan.
Walau N1 diklaim oleh banyak pihak sebagai tiruan iPad Mini karena desainnya yang apik dengan dominasi alumunium, ketua divisi teknologi Nokia Ramzi Haidamus menyatakan N1 akan sebagus produk iPad dari Apple dengan harga yang lebih murah. "Ini (produk) pertama, nantinya akan produk selanjutnya dengan ragam ukuran dan fitur yang tentunya lebih dari sekedar tablet," ujarnya kepada media FT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya kesepakatan antara Nokia dan Microsoft terkait penjualan handset-nya, Nokia dilarang memproduksi ponsel pintar hingga tahun 2016 mendatang dan konon akan memperketat lisensi mereknya. Haidamus lalu menanggapi, "Kami akan mengarah ke bisnis lisensi perangkat pintar pasca aturan Microsoft ini."
Nokia N1 dibekali dengan peranti lunak peluncur Z Launcher untuk memodifikasi tampilan, ikon, dan navigasi sistem operasi Android agar menjadi pembeda dengan produk Android lainnya.
Perangkat tablet ini turut dilengkapi prosesor quad-core Intel Atom Z3580 kecepatan 2,3 GHz, mendukung teknologi 64-bit, RAM 2GB dengan sistem operasi Android 5.0 (Lollipop), serta memiliki kamera utama 8 megapiksel dan kamera depan 5 megapiksel.
Foxconn sendiri dikenal sebagai pabrik pembuat produk Apple, di antaranya iPod, iPhone, dan iPad. Perusahaan teknologi besar lainnya yang menggunakan jasa Foxconn sebagai penyedia rakitan produknya adalah Sony, HTC, BlackBerry, Dell, hingga Nintendo.