"Pasar Path di Indonesia memang sangat besar dan terus bertumbuh," kata LaRue, dalam acara konferensi Startup Asia di Jakarta, Rabu (26/11).
LaRue mengatakan program sticker itu adalah rencana jangka pendek mereka di Indonesia. Sedangkan jangka panjangnya adalah mendirikan kantor Path di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengguna Path di Indonesia telah mencapai 4 juta lebih. Pengguna jejaring sosial, yang kini dipimpin oleh Dave Morin itu, di Indonesia termasuk yang teraktif di dunia.
LaRue mengatakan, itu terjadi lantaran budaya bersosial media antara Amerika Serikat dan Indonesia berbeda. Dia bilang, orang Indonesia suka berbagi apapun di jejaring sosial, entah foto, video, atau tulisan.
Aulia Masna, editor di AdDiction, mengatakan masyarakat Indonesia menggunakan Path karena cakupan teman yang lebih terbatas ketimbang Facebook.
"Dalam Path teman saya hanya 40, ya tidak apa-apa, asal mereka adalah orang-orang terdekat saya," ujar LaRue.
Pihak Path memang menerima banyak permintaan mengenai penambahan cakupan pertemanan yang awalnya hanya bisa menampung 150 orang saja menjadi 500 orang.
"Awalnya kaget, tetapi kami turuti karena kami memang ingin memuaskan para pengguna, terlebih Indonesia adalah pasar besar bagi kami," katanya lebih lanjut.
Baru-baru ini Path telah melebarkan sayapnya ke beberapa negara yang diharapkan memiliki potensi pasar yang besar juga, di antaranya: Australia, Selandia Baru, Irlandia, dan Inggris.