Di sini, beberapa mayat dikubur bersama dengan senjata sabit tajam yang membelenggu leher dan batu besar yang diletakkan di rahang. Peneliti bioarkeologi Lesley Gregoricka dari University of South Alabama mengungkap alasan keberadaan dua benda tersebut.
Menurutnya, sabit dimaksud untuk memenggal kepala jikalau mayat mencoba bangkit dari kubur, sedangkan batu disematkan dirahang agar mayat itu tidak dapat makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menganalisa fragmen tulang di sana, Gregoricka memprediksi pemakaman para "vampir" tersebut dilaksanakan sekitar abad 17 dan 18.
Menurut peneliti lain, Tracy Betsinger dari State University of New York, kisah soal mayat yang bangkit lagi juga ada di Mesir, Yunani, dan Babilonia.