Situs web PetaJakarta.org merupakan platform bersifat terbuka (open source) untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi tentang banjir yang terjadi di Jakarta.
Situs ini dikembangkan berkat kerja sama antara Fasilitas Infrastruktur SMART dari Universitas Wollongong, Australia, perusahaan media sosial Twitter, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kicauan ini sejatinya juga harus disertai dengan foto dan deskripsi singkat soal situasi banjir.
Menurut Director of Academic Partnerships Twitter, Mark Gillis, kerjasama ini merupakan yang pertama di dunia antara Twitter, universitas, dan badan penanggulangan bencana yang menggunakan data media sosial untuk membangun sebuah model kerja dan menyediakan tanggapan secara real-time terhadap bencana alam.
"Kami terbuka kepada siapapun yang ingin bekerja sama di dalam proyek ini," ucap Mark.
Menurut data BPBD DKI Jakarta, lebih dari 1 juta orang terkena dampak banjir dan 80 ribu orang terlantar pada Januari 2013. Setahun kemudian, lebih dari 16 ribu orang terkena dampak banjir dan sebanyak 7 ribu orang terlantar.
PetaJakarta.org merupakan proyek global dari Universitas Wollongong untuk membantu mengatasi tantangan pelestarian wilayah pesisir dan zona kelautan yang didukung oleh Australian National Data Service.
Proyek ini mendapatkan manfaat hibah data dari Twitter yang diberikan kepada para peneliti untuk membangun dan menyempurnakan platform PetaJakarta.org.