Permainan ini pertama kali dikembangkan oleh seorang insinyur dari University of Manchester, Alan Turing pada tahun 1946 dan kemudian disempurnakan oleh Dietrich G. Prinz pada 1951.
Dalam pembuatan permainan ini, Turing merancang sebuah program agar perangkat lunak dapat berpikir dengan menggunakan alogaritma dan aturan yang praktis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia menulis alogaritma tanpa menggunakan komputer dan itu adalah sebuah prestasi yang luar biasa," ujar Gary Kasparov, seorang grandmaster catur yang mencoba permainan ini.
Hingga saat ini perangkat lunak dengan kecerdasan buatan semakin berkembang. Penggunaannya juga kini diaplikasikan pada berbagai bidang industri. Sayangnya perangkat lunak ini menuai kontroversi karena dianggap akan membahayakan kehidupan umat manusia.