"Negara saya secara terbuka menyatakan bahwa akan mengikuti norma-norma internasional yang melarang peretasan dan pembajakan," ujar diplomat yang berbasis di New York itu, seperti dikutip dari Reuters.
Bantahan itu dilontarkan diplomat setelah ahli keamanan siber dan digital forensik menemukan fakta beberapa tautan serangan itu berasal dari Korea Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pejabat keamanan Los Angeles memang belum memberi konfirmasi bahwa serangan yang dialami Sony ini benar-benar berasal dari Korea Utara.
Film yang dibintangi oleh James Franco dan Seth Rogen itu menceritakan dua jurnalis yang direkrut oleh CIA dengan misi membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, setelah ia memberikan kesempatan wawancara pada dua jurnalis tersebut.
Pemerintah Korea Utara mengecam film tersebut dan telah mengadukannya kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, pada Juni lalu.
Saat ini, Sony Pictures masih berjuang membersihkan sisa-sisa serangan yang terjadi pada 24 November lalu.
Serangan ini terbilang sangat serius. Bahkan, menurut pengakuan karyawan, serangan ini telah mengunci sistem Sony Pictures hingga memaksa para karyawan bekerja dengan pena dan kertas selama sistem masih tumbang.
Lihat juga:Gaji Petinggi Sony Terungkap di Internet |
Peretas yang beroperasi dengan nama Guardians of Peace atau GOP, juga mencuri dan mempublikasi daftar gaji 6.000 karyawan Sony Pictures. Di dokumen itu juga terdapat nama karyawan, lokasi, nomor identitas, nomor jaminan sosial, dan tanggal lahir.