Dave Morin, salah satu pendiri Path, mengaku harus berjuang mati-matian agar Path bisa diterima oleh masyarakat dunia.
"Awal mula Path rilis, pengguna kami hanya 10 ribu saja selama satu tahun. Bukan angka yang besar untuk kurun waktu 365 hari," kenang Dave Morin, saat ditemui di Jakarta, Sabtu, (6/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, alih-alih putus asa, mereka memutuskan untuk melakukan semacam riset agar mengetahui apa yang sedang diinginkan masyarakat.
"Setelah riset, ternyata kami baru tau bahwa masyarakat hobi publikasi banyak foto dan gambar unik serta berbagi musik," jelas Morin.
Seketika tim Path merombak desain yang mencakup layanan berbagi musik dan status, check-in lokasi, hingga fitur "sleep and awake".
"Setelah perombakan, benar saja, dalam waktu dua minggu, pengguna Path langsung melesat sebanyak 300 persen," lanjut Morin.
Terlepas dari rintangan tersebut, langkah yang diambil tim Morin untuk mengembangkan Path melalui pasar mobile dianggap sudah tepat.
Ia dan timnya memang telah melakukan data pasar bahwa mulai tahun 2013, pasar internet mobile akan semakin melonjak.
"Saya rasa ponsel pintar adalah produk paling sukses, jadi aplikasi media sosial khususnya Path akan terus menargetkan perangkat mobile," ungkap Morin.