Menurut Satish Mathur, Komisaris Departemen Transportasi India, aplikasi ini tidak memiliki izin penggunaan yang sah dan tepat.
Tersangka kasus ini adalah Shiv Kumar Yadav yang berusia 32 tahun. Ia telah ditangkap oleh pihak berwenang. Sementara identitas korban tidak diungkap, namun diketahui usianya 26 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak regulator transportasi setempat bakal mengeluarkan pemberitahuan publik yang mengatakan bahwa Uber tidak berwenang untuk memberikan layanan taksi di ibukota sehingga publik untuk memakai layanan yang resmi.
"Kita akan bekerjasama dengan pemerintah dan menggunakan teknologi untuk membuat New Delhi menjadi kota yang aman bagi perempuan," kata Kalanick.
Jumat pekan lalu (5/12) seorang perempuan mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh seorang sopir yang ia pesan melalui aplikasi Uber di New Delhi, India.
Dikutip dari Reuters, Wakil Komisaris Kepolsian, Madhur Verma mengatakan kasus ini akan segera ditangani dan dibawa ke pengadilan. Secara otomatis, Uber juga ikut terseret dalam kasus ini. Ditambah, taksi yang dikemudikan oleh tersangka tidak memiliki alat pelacak yang memadai.
Tersangka Yadav memperkosa dan mengancam korban agar tidak melaporkan pada pihak berwajib. Untungnya, korban sempat menulis pelat nomor kendaraan yang dikemudikan Yadav dan melaporkannya kepada polisi.