Asteroid yang diberi nama 2014 UR116 itu ditemukan oleh Vladimir Lipunov, seorang profesor dari Universitas Negeri Moskow. Ia bersama tim kecilnya, memang sudah lama memperhatikan pergerakan asteroid tersebut.
Lipunov mengaku bahwa pergerakan asteroid berdiameter 370 meter itu memang masih sulit ditebak, tapi bukan tidak mungkin bisa tiba di Bumi dengan ledakan yang cukup besar.
Lihat juga:Jepang Terbangkan Pesawat Pemburu Asteroid |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Meteorit Hantam Republik Nikaragua |
Terkait insiden itu Lipunov menambahkan, jika menabrak Bumi maka letusan yang diakibatkan oleh 2014 UR116 bisa seribu kali lebih hebat dari ledakan di desa Chelyabinsk.