Diprediksi bakal ada sebanyak 10 ribu sampel genom atau kumpulan informasi genetika dari penderita autisme beserta dengan sampel keluarga mereka.
"Kami percaya bahwa petunjuk untuk memahami autisme terletak pada genom tersebut," ujar Rob Ring, Kepala Bagian Sains Autism Speaks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi komputasi awan juga memudahkan kolaborasi jarak jauh antar peneliti. "Ini akan lebih mudah ketimbang harus mengirimkan hard drive dalam jarak yang jauh," ucap Glazer.
Liz Feld, Presiden Autism Speaks, berharap bahwa Google dapat membantu para peneliti untuk membuat analisis genetik yang kuat agar dapat membuat pengobatan yang lebih individual.
"Yang paling penting bagi kita adalah penelitian ini akan memungkinkan kita untuk mengungkap dan memahami berbagai bentuk autisme," kata Feld.
Proyek penelitian tentang autisme ini sejatinya adalah proyek pertama Google dalam bidang kesehatan dan obat-obatan. Namun, baru kali ini Google meneliti tentang genetika penderita autis dan ikut memelajari segala hal yang terkait di dalamnya.