Pemerintah Spanyol mengesahkan undang-undang hak cipta pada Oktober lalu yang membebankan biaya untuk agregasi konten online seperti Google News.
Langkah ini dilakukan pemerintah setempat untuk melindungi industri media cetak di negara itu. Aturan ini mulai berlaku Januari 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan dalih tidak menghasilkan uang dari layanan Google, pemimpin layanan Google News, Richard Gingras menulis dalam blog pribadinya, "Aturan baru ini mengharuskan segala bentuk publikasi Spanyol menarik bayaran kepada layanan pencarian seperti Google News. Kami tidak menciptakan uang, karena tidak ada iklan pada situs kami. Hal ini tidak akan berjalan lama."
Gingras mengatakan, Google menghasilkan lebih dari 10 miliar klik ke situs web para penerbit setiap bulan dari produk AdSense, yaitu 'pengirim' iklan ke situs web tersebut, membayar lebih dari US$ 9 miliar untuk para situs penerbit tahun lalu, naik dari US$ 7 miliar pada tahun sebelumnya.
Ini bukan kasus pertama bagi Google berhadapan dengan aturan baru yang mendapat intervensi dari negara. Google baru-baru ini dikecam oleh Parlemen Eropa karena dianggap sebagai praktik monopoli.
Pengguna di Eropa kabarnya komplain terkait hasil pencarian mesin Google selalu meranking berdasarkan apa yang terbaik bagi bisnis Google, bukan seperti yang diinginkan penggunanya. Padahal pangsa pasar mesin pencari ini mencapai 90 persen di Eropa.
Google News saat ini tersedia sebanyak 70 edisi internasional yang mencakup 35 bahasa dari seluruh dunia.