Bersama 60 mahasiswa dari University of Western Australia, Richards, fisikawan asal Perth itu, mengembangkan sistem Helena, berupa sebuah kapsul waktu yang didesain dari ide sejumlah pengguna sosial media di seluruh dunia.
Mars One adalah proyek ambisius yang ingin mengirimkan empat manusia, sebagai pelopor lahirnya koloni manusia di Mars. Mereka rencananya akan diberangkatkan pada 2024. (Baca: Pindah ke Mana, Bulan atau Mars?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang ingin kami lakukan adalah memanfaatkan air yang akan diproduksi oleh kapal pendarat Mars One,” kata Richards.
Helena adalah tokoh fiksi dalam karya sastrawan William Shakespeare. Ada kutipan yang khas dalam kisah Helena: “I have seen a medicine..That's able to breathe life into a stone.”
Proyek Helena adalah satu dari 10 finalis kompetisi internasional yang diadakan menyongsong rencana eksperimen ke Planet Mars. Pemenangnya akan diumumkan pada 5 Januari 2015.
Proyek lain datang dari Amerika Serikat, yang dapat mengubah urin menjadi air minum, serta proyek dari Inggris yang dapat menumbuhkan tanaman di rumah kaca kecil yang dibangun dari material yang ditemukan di Planet Mars.
“Proyek kami adalah teknologi yang sangat penting yang akan kita butuhkan ketika menaruh manusia di Mars, dan itu juga sesuatu yang terbukti sangat sederhana,” katanya.