Pemakaman itu diduga berasal dari 1.500 tahun yang lalu. Bersamaan dengan masa Kekaisaran Romawi menguasai dataran Mesir.
Tim arkeolog dari Brigham Young University, Amerika Serikat, telah melakukan penggalian selama kurang lebih 30 tahun untuk mengungkap penguburan mumi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli memperkirakan bahwa pemakaman ini bukanlah pemakaman raja atau bangsawan. Jasad yang ditemukan tidak diletakan dalam peti mati atau benda sejenisnya.
Meskipun kuburan ini diperkirakan digunakan untuk rakyat jelata pada jaman kekaisaran, para peneliti menemukan beberapa benda eksotis yang sangat indah dan dirancang untuk anak anak. Seperti kaca, kain, hingga kaus kaki untuk bayi.
"Ada beberapa bukti bahwa mereka mencoba banyak proses mumifikasi secara penuh. Jari, kuku, otak, dan lidah diawetkan secara luar biasa," kata para peneliti.
Namun, peneliti tidak menganggap bahwa kuburan ini adalah pemakaman dari warga desa di sana. Jumlah mumi yang ditemukan terlalu banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk sebuah desa.
Di dekat sana juga ada kota kuno bernama Philadelphia, yang diambil dari nama Raja Ptolemy II: Philadelphus. Tapi kota ini punya komplek pemakamannya sendiri.
Ada juga pyramid tak jauh, yang dibangun lebih dari 4.500 tahun lulu. Tapi penanggalannya lebih dari dua millennium sebelum pemakaman misterius itu digunakan.