Prediksi itu didasari atas pertumbuhan besar pengguna ponsel pintar dan tablet di masa depan yang semakin membutuhkan internet secepat kedipan mata.
Perusahaan itu mengalokasikan 2.000 karyawannya untuk meneliti 5G. "Kami mengembangkan dan mencari standar 5G mulai dari kecepatan, efisiensi, dan sebagainya karena sampai sekarang tidak ada yang tahu definisi 5G," kata Roland Sladek, Vice President International Media Affairs Huawei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dibayangkan jika koneksi internet untuk mobil pintar ini lambat dan tidak stabil, mungkin akan banyak terjadi hal yang tidak diinginkan," ujar Roland saat ditemui di kantor pusat Huawei di kota Shenzhen, Selasa (16/12) waktu setempat.
Huawei kini memiliki sekitar 150 ribu karyawan di seluruh dunia dan 70 ribu di antaranya adalah karyawan dalam departemen penelitian dan pengembangan.
Bukan hanya Huawei yang melakukan penelitian dan pengembangan 5G. Perusahaan lain yang punya kepentingan juga melakukan hal tersebut.
Tiga perusahaan telekomunikasi dari Korea Selatan, yaitu SK Telecom, KR, dan LG Uplus, telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Huawei untuk mengembangkan 5G.
Perusahaan teknologi besar macam Samsung dan LG juga menunjukkan keseriusannya melakukan penelitian dan pengembangan teknologi jaringan terbaru itu.