Apa yang ditemukan penambang di penambangan Udachnaya itu ternyata sebuah batu yang berisi 30 ribu berlian. Konsetratnya sejuta kali lebih tinggi dari bijih berlian yang normal.
Walaupun berisi 30 ribu berlian, perusahaan Udachnaya memilih mendonasikan batu itu kepada Akademi Sains Rusia. Soalnya berlian-berliannya terlalu kecil sehingga tak bisa dijadikan perhiasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warna merah dan hijau datang dari kristal garnet, olivine, dan pyroxene.
Taylor mengatakan, berlian-berlian mungil itu seperti terbentuk secara instan. Para ilmuwan pun senang bukan main karena penelitian terhadap batu itu diharapkan dapat menyingkapkan rahasia terbentuknya berlian.
Ilmuwan sudah lama tahu bahwa berlian adalah kristal karbon murni yang terbentuk akibat tekanan dan panas yang intens. Kebanyakan terjadi di lapisan dalam Bumi.
Tapi sampai kini yang masih menjadi misteri adalah bagaimana persisnya proses terbentuknya berlian. “Reaksi kimiawi yang membentuk berlian masih jadi sebuah teka-teki,” kata Taylor, seperti dikutip Livescience.