Carl Sagan, ilmuwan NASA, yang sudah bekerja selama 20 bulan terakhir untuk menganalisa sampel dari atmosfir dan permukaan Mars. Dia menyebutkan telah menemukan unsur organik.
Asalnya dari kandungan metana di atmosfir Mars dan senyawa organik yang ditemukan pada sampel bebatuan Mars yang dibor dari sebuah batu bernama Cumberland.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah mendarat di Mars, ilmuwan mulai memakai SAM untuk mengukur konten kimiawi pada atmosfir Mars secara berkala. Dari banyak sampel, level metana sangat rendah. Tiba-tiba pada suatu periode, angkanya melonjak drastis.
Tapi para ilmuwan NASA masih belum tahu pasti bagaimana metana diproduksi di Mars. Dari eksperimen Ada dugaan prosesnya bisa terjadi secara biologi maupun tidak. Namun terdeteksinya fluktuasi kehadiran metana di Mars sendiri sudah mengejutkan para ilmuwan.
Penemuan senyawa organik kedua adalah dari material yang dibor dari Mars. Setelah mengebor di beberapa titik, Curiosity pun mengebor di sebuah batu bernama Cumberland.
Cumberland dipilih karena batu itu sejenis batu lumpur yang terbentuk dari proses bernama digenesis alias metamorfosis sedimen menjadi batu. Cairan mungkin mengalir selama proses digenesis dan senyawa perklorat (Semacam senyawa garam) dapat menghancurkan organik dalam proses itu.
Ditemukannya senyawa organik itu makin melengkapi bahan yang diperlukan untuk mencari tahu apakah Mars bisa dihuni atau pernahkah ada kehidupan di sana.