Para peneliti mengatakan bahwa printer 4D dapat mencetak struktur atau bentuk 3D yang dinamis sehingga mampu mengubah bentuk hasil cetakan 3D dengan mudah.
Printer 3D saat ini dapat mencetak pada berbagai macam benda padat seperti keramik, kaca, logam dan bahan-bahan yang tidak biasa seperti coklat bahkan sel-sel hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti menganggap bahwa hasil produk cetak 3D harus bisa diolah kembali agar penggunaannya menjadi lebih efisien. Maka dikembangkanlah mesin cetak 4D.
"Bagian yang paling menarik adalah berbagai aplikasi yang dapat muncul dan dapat mengubah kehidupan orang banyak," katanya lebih lanjut.
Dalam sebuah laporan di Jurnal Scientific Reports, para peneliti menjelaskan bagaimana sebuah mesin cetak 3D membuat benda dengan dua struktur dan bahan yang berbeda. Sebuah benda dibuat dengan menggunakan plastik dan material kaku, satu benda lainnya dibuat dengan bahan yang dapat menyerap air.
Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa benda yang dibuat dengan bahan serap air, bersifat lebih fleksibel dan lentur dengan struktur geometri yang kompleks.
Benda ini dapat beradaptasi dengan panas dan bereaksi terhadap kelembaban atau suhu sehingga akan lebih baik jika digunakan untuk mencetak benda-benda yang dapat digunakan untuk pengganti organ tubuh manusia.
"Di masa depan, kita bayangkan ini dapat digunakan dalam berbagai bidang," ujar Raviv.
Para peneliti saat ini tengah membuat objek 4D dengan ukuran yang lebih besar. Selain itu, Raviv juga mengatakan bahwa peneliti tengah mengembangkan bahan khusus untuk teknik cetak 4D yang dapat merespons kondisi air, panas dan cahaya.