Ponsel pintar hasil kemitraan Kodak dan Bullit Group tersebut akan mengincar segmen pasar premium. Di dalamnya sudah tertanam aplikasi kamera untuk menangkap foto atau video yang juga bisa dipakai untuk mencetak foto secara nirkabel.
"Kodal adalah salah satu merek yang paling dikenal di dunia. Hal ini dipercaya oleh konsumen dengan kualitas dan inovasinya," CEO Bullit Group, Oliver Schulte.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kodak memang punya pengalaman panjang dalam industri fotografi sejak 1888. Namun kini, Kodak tak lagi memfokuskan bisnisnya dalam perangkat kamera, melainkan lebih fokus pada bisnis cetak digital.
Mereka juga bertahan hidup dengan menjual sejumlah paten untuk menambah keuangan perusahaan.
Perusahaan yang didirikan oleh George Eastman dan Henry A. Strong tersebut, pernah mengajukan perlindungan kebangkrutan dan terbelit utang dengan sejumlah kreditor. Pada akhirnya, Kodak berhasil bebas dari status kebangkrutan itu pada Agustus 2013.