Penulis dari situs teknologi The Verge, Ben Popper, menerima pesan elektronik dari staf humas sebuah situs porno, bahwa kini banyak pihak yang memanfaatkan drone untuk merekam video amatir yang merekam aktivitas seksual tanpa izin.
Dengan kata lain, drone telah dijadikan alat oleh pihak tak bertanggungjawab untuk memata-matai hal yang bersifat privat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pornografi mengambil keuntungan dari minat dalam memandang teknologi baru yang digunakan," kata Clarissa Smith, seorang profesor budaya seksual di University of Sunderland.
Seperti diketahui, regulator penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA), sekarang sedang dalam proses pembuatan aturan untuk menentukan pemanfaatan drone. Salah satu wacana yang ditawarkan adalah, pihak yang menerbangkan drone harus punya lisensi pilot.
Hal yang perlu digarisbawahi dari kasus ini adalah, bukan terobosan teknologi yang memanfaatkan drone untuk membuat film porno dari langit, tetapi bagaimana potensi sebuah drone menciptakan industri pornografi amatir yang merugikan banyak pihak karena tak tahu mereka sedang direkam.