Peristiwa ini memicu keprihatinan dari ahli kesehatan terhadap salah satu pusat penelitian kesehatan paling dihormati di dunia. Karena, sebelumnya juga pernah terjadi kesalahan penanganan pada sampel anthrax dan flu burung.
Juru bicara CDC mengatakan, saat ini kurang dari 12 peneliti dan staf yang dikhawatirkan terinfeksi Ebola. Walau sejauh ini tidak ada tanda-tanda terinfeksi Ebola, namun mereka semua masih dalam pengawasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahan penangan sampel Ebola ini terjadi pada Senin, 22 Desember 2014. Laboratorium pertama mengirim sebuah sampel Ebola yang salah kepada laboratorium kedua, di mana sampel tersebut berisi virus Ebola yang hidup.
Dr. Stuart Nichol, Kepala CDC Spesialis Penanganan Patogen, mengatakan bahwa peristiwa itu sepenuhnya kesalahan manusia.
Direktur CDC, Dr. Thomas Frieden R, berjanji akan meninjau kembali setiap aspek di laboratorium tersebut. Ribuan peneliti telah diperintahkan untuk meningkatkan keamanan dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.